Rabu, 13 Februari 2013

UJIAN NASIONAL, SIAPA TAKUT ?

Tahun pelajaran terus melaju hingga semester gasal telah berakhir dan kini memasuki semester genap. Gegap gempita Ujian Nasional (UN) 2013 pun sudah mulai didengungkan. Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) telah menerbitkan kisi-kisi UN 2013 untuk satuan pendidikan dasar dan menengah tahun pelajaran 2012/2013 berdasarkan Peraturan BNSP Nomor 0019/P/BNSP/ XI/2012 yang disusun sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Hal ini sebagaimana tercantum pada Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006 dimana kisi-kisi tersebut memiliki masa berlaku selama tiga tahun yang akan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal UN 2013.
Menurut informasi, untuk tahun pelajaran 2012/2013 semua mata pelajaran turut menentukan kelulusan peserta didik sesuai dengan nilai rapor peserta didik pada semester 1 sampai 5 untuk satuan pendidikan menengah.
Disertakannya nilai semua mata pelajaran dalam menentukan kelulusan peserta didik, tentu menjadi kabar gembira bagi pendidik dan peserta didik. Kebijakan ini mengulang kebijakan UN 2011 tahun pelajaran 2010/2011. Perbedaannya pada UN 2011 semua mata pelajaran diinputkan, tetapi hanya nilai semester 3 sampai 5 saja. Sedangkan pada UN 2012 nilai rapor yang diinputkan secara online hanya nilai mata pelajaran yang di-UN-kan.
Peritungan di atas kertas, nilai rata-rata rapor dari semua mata pelajaran akan lebih baik dibandingkan dengan nilai rata-rata dari mata pelajaran yang di-UN-kan. Secara positif harus diakui bahwa mata pelajaran yang sangat diminati peserta didik akan mendongkrak nilai rata-rata rapor. Hal inilah yang sangat menggembirakan bagi para pendidik, sehingga masing-masing akan berupaya menyampaikan materi secara baik agar mata pelajaran yang diampu menjadi bagian yang difavoritkan, disamping merasa diajeni layaknya guru mata pelajaran UN.
Meski komentar bernada sinis bermunculan, namun upaya demi perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia yang telah dilakukan pemerintah dan seluruh komponen yang terkait di dalamnya harus diapresiasi secara positif. Sebab keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh satu unsur.
Untuk itu peran orang tua dalam mendampingi dan mempersiapkan anak sangat dibutuhkan. Demikian juga guru, tanpa putus asa terus berupaya memberikan pendidikan yang profesional, dan yang tidak kalah penting siswa harus gigih dalam belajar, tidak terlena pada berbagai fasilitas media elektronik sehingga UN 2013 bukan lagi hal yang menakutkan.

Manogar Rajagukguk
PPs Administrasi Pendidikan
Fisip Untag Semarang
Sumber :  http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/02/04/214113/10/UN-2013-Siapa-Takut

Saran anda , refleksi kami
EmoticonEmoticon