Rabu, 07 Mei 2014

Membandingkan Penggunaan BSD 207 lama dan BSD 207 Versi Baru

Aplikasi Dapodikdas 2013 menyita perhatian banyak pihak, utamanya Operator Sekolah, penerima aneka tunjangan mulai dari Tunjangan Fungsional , Tunjangan Profesi , Tunjangan Kualifikasi Akedemik dan urusan lain yang sumber datanya berasal dari Dapodikdas 2013.
Para pengembang juga terus menyempurkan Aplikasi tersebut dengan beberapa Patch, namun kendala di lapangan masih juga terus ditemui sehingga untuk menempuh jalan pintas terutama P2TK Dikdas mengembangkan Sistem pengiriman data menggunakan Backup Sinkron Dapodik ( BSD ).Dari beberapa pernyataan Nazarudin Kompetan di status Facebooknya maupun di Blognya , tersirat juga kegalauan itu bukan hanya milik Operator Sekolah Belaka , teapi para pengembang juga.Hingga terakhir ini mengeluarkan BSD versi baru untuk mengatasi kendala pengiriman data.
Kami mencoba membandingkan penggunaan BSD 207 Versi lama dan BSD Versi baru, nah berikut adalah gambarannya ;

gambar 1

Gambar 1  di atas adalah hasil SSH File STD hasil BSD 207 versi lama, perhatikan ukuran filenya yaitu 60,2 KB. dengan data yang sama tanpa editing apapun kami mencoba mengirim data dengan menggunakan BSD Versi baru  hasilnya seperti gambar 2 di bawah ini , ukuran filenya 62,0 KB



Dari dua gambar di atas dapat saya simpulkan ada sebanyak 1,8 KB file ( 62,0 KB - 60,2 KB ) yang tidak terkirim menggunakan BSD Versi lama , ini yng dimaksud file corupt ( berkurang ) saat pengiriman ke server.
Namun tidak ada keharusan untuk memakai BSD 207 Versi baru ini , oleh Nazarudin Kompetan sudah wanti wanti kalo memang pakai BSD versi lama nyaman nyaman saja, tidak perlu ganti , namun jika pingin mencoba BSD 207 Versi baru silahkan download  klik DISINI

Saran anda , refleksi kami
EmoticonEmoticon